Wednesday, July 20, 2005

[kumpulan puisi] yang ditulis 19 07 2005

Bosan!

Seharusnya aku mati sebelum waktu memuntir kepalaku
Dia cukup kuat untuk bikin jungkir balik hidupku
Lalu waktu menari bersama bosan hingga tamatku
.

Adzan
Dua menit sebelum Maghrib

Aku tak pernah mendengar adzan seindah ini dari lantai kamarku. Mungkin karena dulu aku tak pernah tergeletak di lantai diselimuti dingin yang merayap dari ujung kaki. Apa arti adzan bagimu wahai maut? Pengantar pulang atau Penyambut pulang? Tapi adzan penanda waktu kali ini yang terindah. Kunikmati bersamamu; lantai dingin dan maut.

Senja

Aku bertanya padamu wahai matahari:
Mengapa kau pergi?
Tinggalkan aku sendiri dalam senja.

Gelap

Kutangisi kau gelap karena ku tak ingin terang datang. Bagiku gelap lebih indah; saat gelap aku dapat menari bersama terangmu kasihku. Tertawa lewat cahaya pijar. Hingga malam tak terkejar dan pagi tak ‘kan datang.

Kosong

detik ini aku berusia 19 tahun 10 bulan dan 24 hari
aku duduk di tempat tidur dan mukena belum kulepas
kupandangi semua;
yang terasa hanya kosong
walau di sini penuh dan berantakan.
Jemput aku sekarang sayang.
Tolong benahi kamarku dan isi kekosonganku.

Gelap (2)


Aku diam dalam gelap sebab terang telah meninggalkanku baru tadi;
Dengan kunang-kunang, bintang, cahaya matahari
Sedangkan bulan tak mampu usir gelap
Mungkin gelap adalah aku yang tak pantas untuk terang.


Pelajaran Berdansa

Aku ingin berdansa bersamamu dalam alunan waltz lalu kita sambung dengan gairah tango sebelum kita ber-cha cha.
Sayang kakimu terlalu kaki.
Ayo, taruh tanganmu di pinggulku dan pegang erat tanganku.
Kan kubimbing kau.
Coba lihat langkahku! Lalu hitung 1-2-3-4
Lihat... Kau berdansa!

Kini kita ke pelajaran selanjutnya.
Agak susah tapi ku yakin kau bisa.
Ku ajari kau ucapkan cinta.

2 Comments:

Blogger aris said...

Nice. Objektively. Feeling searching-nya berasa banget...

20 July, 2005 12:35  
Blogger rgsn24 said...

gloomy nih! gara2 sedih habis baca Harry Potter :D

21 July, 2005 01:18  

Post a Comment

<< Home