Tuesday, May 24, 2005

mana janjiku?

mana janjimu?

padahal gue udah janji untuk mem-posting tulisan-tulisan di kolammimpi ini minimal sehari satu. muluk! gue ganti janji gue.... minimal seminggu satu. muluk juga! gue ganti lagi janji ini menjadi: minimal dua minggu satu....

nyerah! hehehe....

minimal sebulan satu aja deh :D

blogskin?

duh... bingung! tadi gue browse: www.blogskins.com

udah ada satu skin yang gue suka banget. guedownload. lalu, udah gue coba untuk mengeditnya di notepad terlebih dahulu....

tapi, tetep aja lho! gue gak bisa... huff! capek.

alhasil gue menyerah dengan skin2 konvensional dari www.blogspot.com ini!
i just love this post!

ini gue ambil (tanpa ijin terlebih dahulu, hehehe, gue posting dulu sambil gue message si sumber di friendster)... dari manusia bernama: anggit. temen chat gue yang juga tetangganya sukma. kalo mau liat blognya: http://ilovebiner.blogspot.com


Travel Back In Time..

Message:

Kadang-kadang kita berharap ingin kembali ke masalalu dan memperbaiki segala yang salah disekarang. Ini cuman pemikiran ekstrim dari orangyang terlalu banyak membaca buku-buku Sci-Fi...

Bagaimana jika ternyata pada suatu waktu di masadepan, kita memang pernah meminta untuk kembali kemasa lalu dan memperbaiki yang salah? Kemudiankita akhirnya kembali ke masa lalu dengan pikirankita yang sekarang (pikiran kita di masa depanketika kita memohon untuk kembali ke masa laluhilang).

Bagaimana seandainya kita yang sekarang adalah manifestasi keinginan di masa depan untukmemperbaiki yang salah di masa depan? Satu halyang pasti, ingatan kita tentang masa depanhilang, yang ada hanyalah ingatan sekarang.

Jadi, untuk memperbaiki masa depan (yangsebenarnya kita tidak tahu) satu-satunya usahakita adalah berusaha sebaik-baiknya di masa sekarang.

Kita semua adalah manifestasi di masa depan...baik buruk masa depan kita tergantung masasekarang ini.

Berbuatlah sebaik mungkin untuk memperbaiki masadepan, dan anggap kita sebenarnya sedang dalammisi penting menyelamatkan masa depan kita sendiri.

sombong

Sombong.

Siapa yang belum pernah sombong? Rasanya semua orang di dunia pernah ‘sombong’. Tapi, gak semua orang jadiin sombong sifat utama mereka.

Banyak yang jatuh karena kesombongan. Kesombongan yang bisa bikin orang ngeliat gajah di pulau seberang kelihatan tapi semut di depan mata enggak. Banyak yang rugi juga karena kesombongan. Rasanya, perang-perang di seluruh dunia penyebab awalnya adalah kesombongan.

Nabi Muhammad SAW pernah ditegur oleh Allah SWT dan turun ayat karena beliau ‘selip’ sedikit. Beliau lebih memperhatikan pejabat tinggi ketika berbicara dan tidak mengindahkan seorang fakir (atau buta?) yang mengajaknya berbicara. Setelah itu baru turun ayat yang menegur beliau.

Oke. I’m not looking for excuse here... pointnya adalah semua orang bisa jatuh karena sombong dan harga yang dibayar pasti mahal. Bukan berarti gak bisa dibayar.

Mau contoh lain? Berhubung mencontohkan kesombongan orang lain bisa berakhir dengan ngomongin orang dan dosa, gue kasih contoh dari film aja ya...

Udah nonton Star Wars Episode III: Revenge Of The Sith kan? Huff... akhirnya kita tahu kenapa Anakin Skywalker menjadi Darth Vader. Hmm... oke! Kita tau kalau Anakin berganbung dengan dark force karena dia ingin menyelamatkan Padme, istrinya, yang dalam mimpinya akan meninggal. Tapi, sebelum itu, Anakin marah kepada Dewan Jedi karena dia gak diangkat jadi Jedi Master, padahal Anakin ngerasa udah pantes. Master Obi Wan Kenobi nyuruh dia untuk sabar, tapi Anakin yang udah dibutakan oleh kesombongan. Jadi dia dengan gampangnya dipengaruhi oleh Palpatine. Dan akhirnya, dia tetap kehilangan Padme, tubuhnya hancur dan bergabung selamanya dengan dark force. Gue gak tau apakah Anakin tau hal ini. Seandainya Anakin mau ngedengerin Obi Wan Kenobi. Gak sombong dan tetap sabar. He may lives happily ever after. Obi Wan Kenobi sendiri sangat sabar. Bertahun-tahun Obi Wan Kenobi muda tetap menjadi Padawan karena gak ada Jedi Master yang mau mengangkat dia jadi apprentice-nya. Banyak jedi master yang meragukan kebijakannya. Hingga suatu hari, Master Qui Gon Jinn mengangkatnya dan Obi Wan muda naik tingkat menjadi Jedi Knight.

Mahal banget kan, ‘harga’ yang harus dibayar oleh Anakin Skywalker a.k.a Darth Vader?

Tapi, mau bagaimanapun kesombongan bakal tetap jadi musuh dalam selimut selama kita hidup? Terus... masa kita mau nyerah karena takut jatuh karena sombong? (mengutip film “I Not Stupid”) kalau kita takut terus, selam hidup kita gak bakal belajar. Hehehe... mungkin film itu yang ngutip omongan orang banyak ya?

Well, we just ordinary people, right?

We're just ordinary people
We don't know which way to go
Cuz we're ordinary people
Maybe we should take it slow (Heyyy)

....

Take it slow

Maybe we'll live and learn
Maybe we'll crash and burn
Maybe you'll stay,maybe you'll leave,maybe you'll return
Maybe you'll never find
Maybe we won't survive
But maybe we'll grow
You never know baby youuuu and I

(Ordinary People – John Legend)

Tapi, sekali jatuh bisa dibayar gak ya? Bisa. Mungkin mahal. Tapi pasti bisa. Toh, si Darth Vader ini membayar kesombongannya dengan hidup menderita karena Padme meninggal dan yang paling mahal (dengan sisa kebaikan hatinya –seperti yang diyakini oleh Padme) Darth Vader buka topengnya dan bilang ke Luke Skywalker kalau dia ayahnya (remember, the famous line: No. I am your father!) di Star Wars Episode V: Empire Strikes Back. Mereka gak lalu hidup bahagia dan Darth Vader tetap mati. But hey! Di Star Wars Episode VI: Return Of The Jedi. Darth Vader (setelah bingung memilih antara Emperor dan Luke). Dia memilih Luke. Anaknya.

Tapi, gak semua kejatuhan karena sombong dibayar semahal itu. Asal kita sadar akibat dari kesombongan dan (yang susah) kita mengakui kalau kita sombong.

Udah ah ocehan gue tentang kesombongan dan Star Wars serta lagu kesayangan gue.... Sorry kalau malah terkesan spoiler. Tapi, haree genee belom nonton star wars??? Hehehe.

Nb: we’re just ordinary people dear : ) we’ll grow...